elatihan Sasirangan adalah
program pembelajaran komprehensif yang mengajarkan teknik tradisional Kalimantan Selatan dalam pembuatan kain sasirangan, mulai dari desain motif hingga proses pewarnaan. Tujuannya meliputi pelestarian budaya, peningkatan keterampilan, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Deskripsi dan Proses Pelatihan:
Pengenalan Budaya: Peserta akan mempelajari sejarah dan nilai-nilai budaya di balik kain sasirangan, yang secara tradisional diyakini memiliki makna simbolis dan fungsi pengobatan.
Pembuatan Pola dan Penjelujuran: Proses dimulai dengan menggambar atau menjiplak pola motif pada kain (biasanya kain mori). Pola tersebut kemudian dijahit jelujur dengan benang nilon yang rapat. Teknik "sirang" atau menjelujur inilah yang memberikan nama pada kain khas ini.
Pewarnaan: Kain yang telah dijelujur kemudian diserut (ditarik kencang) dan diwarnai. Pelatihan sering kali mencakup penggunaan pewarna sintetis maupun pewarna alami yang ramah lingkungan, seperti yang diekstrak dari daun pohon mangga, jati, atau gincu.
Penyelesaian: Setelah proses pewarnaan selesai dan meresap, benang jelujur dilepaskan (didedel) untuk menampilkan motif yang terbentuk dari bagian yang tidak terwarnai. Kain kemudian dicuci, dijemur, dan disetrika.
Manfaat dan Tujuan:
Pelestarian Budaya: Membantu menjaga dan melestarikan warisan budaya khas Kalimantan Selatan agar tidak punah.
Peningkatan Keterampilan: Memberikan keterampilan praktis dalam kerajinan tangan yang dapat digunakan sebagai bekal usaha mandiri.
Pemberdayaan Ekonomi: Membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan peserta pelatihan, mendukung industri kecil dan menengah lokal.
Pengembangan Kreativitas: Mendorong peserta untuk mengembangkan wawasan dan kreativitas dalam menciptakan motif dan desain baru.
Pelatihan ini biasanya diselenggarakan oleh dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk memberdayakan masyarakat, termasuk kelompok khusus seperti orang tua tunggal atau penyandang disabilitas.